NERACA PEMBAYARAN
LATAR
BELAKANG
Seiringan dengan perkembangan bisnis internasional
yang maju ini, serta semakin ketatnya persaingan di dalam dunia bisnis di era
globalisasi ini, dimana teransaksi-transaksi yang bermunculan dalam dunia
bisnis internasinoal dapat menyebabkan uang mengalir dari negara lain, maka
suatu negara besrta penduduknya harus bersaing dengan penduduk negara lain
untuk menciptakan kelancaran aliran dana masuk dari negara luar agar lebih
tinggi jiga dibandingkan dengan aliran dana keluar dari negaranya.
Neraca pembayaran dapat dijadikan ukuran seberapa
besar arus dana internasional yang masuk dan kluar dari negara tersebut, maka
sangat penting bagi negara adanya neraca pembayaran dimana dana yanag masuk dan
keluar bisa dihitung dengan seimbang atau balance. Karena neraca pembayaran
potret keuangan atau kinerja keuangan yang menggambarkan transaksi ekonomi
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain pada satu priode tertentu.
Neraca pembayaran di Indonesia peranannya sangat
penting dalam pengelolaan ekonomi makro indonesia, selain dapat dijadikan
sebagai barometer dalam mengukur kemampuan perekonomian nasional dalam menopang
transaksi-transaksi internsional, terutama yang berhubungan dengan kewajiban
pemabayaran utang dan transaksi ekspor dan impor, neraca pembayaran juga
merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi sentimen para pelaku pasar,
beserta sejumlah besaran yang ada dialamnya, seperti transaksi ekspor dan impor
barang dan jasa memiliki peranan penting dalam pembentukan domestik bruto, oleh
karna itu sektor ini memiliki perana yang sangat strategis dalam upaya
mendorong perbaikan ekonomi didalam negeri.
TUJUAN DAN
FUNGSI NERACA PEMBAYARAN
Memberikan
informasi kepada pemerintah mengenai posisi negara di perdagangan internasional
Memberikan
informasi kepada pemerintah mengenai posisi pembayaran internasional
Merupakan
alat untuk mengukur berapa besar utang dan piutang negara terhadap luar negeri
Merupakan
alat untuk mengukur struktur dan komposisi transaksi ekonomi suatu negara
dengan dunia internasional
Mengukur
keadaan perekonomian dan posisi keuangan internasional suatu negara
Memberikan
bantuan dan sistem pembayarannya,
Memberikan
bantuan kepada pemerintah dalam mentapkan kebijakan moneter dan fiskal,
Memberikan
keterangan kepada pemerintah di dalam menetapkan berbagai kewajiban
perekonomian nasional seperti ekspor impor, lalu lintas moneter serta produksi,
dan
Membantu
pemerintah dalam mengambil keputusan dalam bidang politik perdagangan dan
urusan pembayarannya.
Neraca pembayaran
memiliki beberapa fungsi, yaitu:
Alat pembukuan
anggaran dan alat pembayaran luar negeri,
Alat untuk
menjalankan pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional,
Alat untuk mengukur
keadaan perekonomian suatu Negara,
Alat untuk
menetapkan kebijakan moneter dan fiskal, dan
Untuk mengetahui
transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional.
A. Komponen Neraca
Pembayaran
• Neraca Pmbayaran
Transaksi Berjalan (Current Account)
• Neraca Taransaksi
Modal (Capital Account)
• Neraca Jasa
Neraca Moneter (Accommodating Transaction)
• Neraca
Perdagangan Transaksi Unilateral
B. Transakasi
Neraca Pembayaran
• Transaksi Barang
• Transaksi Jasa
• Transaksi Modal
• Transaksi
Unilateral/Hadiah (Grant)
• Investasi Jangka
Panjang (Long Term Investment)
• Investasi Jangka
Pendek (Short Term Investment)
• Transaksi
Pemindahan Emas (Gold Movement)
• Transaksi
Pengangkutan Mata Uang (Currency Shipment)
C. Keseimbangan
Neraca Pembayaran
• Keseimbangan
Transaksi Berjalan
• Keseimbangan
Transaksi Modal
• Keseimbangan
Neraca Pembayaran
• MAKSUD DARI NERACA PEMBAYARAN
Neraca
pembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi negara internasional
yang meliputi perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri
dengan
penduduk
luar negeri selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai
laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu negara.
Tujuan
utamannya adalah untuk memberikan informasi kepada pemerintah tentang posisi
keuangan dalam hubungan ekonomi dengan negara lain serta membantu di dalam
pengambilan kebijaksanaan moneter,fiskal,p erdagangan dan pembayaran
internasional.
• Transaksi dalam neraca
pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
1.
Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang
(devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi
negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan
devisa.
2.
Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang
(devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi
positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan
devisa negara.
PENDAPATAN
PERKAPITA
Pendapatan
perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara.
Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu
negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan perkapita juga
merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan
perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat
pembangunan sebuah negara, semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin
makmur negara tersebut
•
PENDAPATAN PER KAPITA PADA SAAT TAHUN 2008/2009
Pertumbuhan
ekonomi Indonesia tahun 2009 yang mencapai 4,5% membuat pendapatan per kapita
Indonesia pada tahun 2009 naik menjadi Rp 24,3 juta (US$ 2.590,1) dibandingkan
tahun 2008 yang sebesar Rp 21,7 juta (US$ 2.269,9).
Demikian
disampaikan oleh Deputi Neraca dan Bidang Analisis Statistik Slamet Sutomo di
kantornya, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
"PDB
per kapita merupakan PDB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan jumlah
penduduk pertengahan tahun. Pada tahun 2009 angka PDB per kapita diperkirakan
mencapai Rp24,3 juta (US$ 2.590,1) dengan laju peningkatan sebesar 12,0 persen
dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21,7 juta (US$
2.269,9)," tuturnya.
Pendapatan
per kapita Indonesia di 2010 tercatat naik 13% menjadi Rp 27 juta atau US$
3.004,9, dari pendapatan per kapita di 2009 yang sebesar Rp 23,9 juta atau US$
2.349,6.
Demikian
disampaikan dalam siaran pers Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip, Senin
(7/2/2011).
PDB/PNB
(Produk Nasional Bruto) per kapita merupakan PDB/PNB (atas dasar harga berlaku)
dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.
Sementara
itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp 23,1 juta atau US$2.267,3 di 2009
menjadi Rp 26,3 juta atau US$2.920,1 di 2010 atau terjadi peningkatan sebesar
13,9%.
Seperti
diketahui, perekonomian Indonesia di 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 6,1%
dibanding 2009.
Nilai
Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan di 2010 mencapai Rp
2.310,7 triliun, sedangkan di 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp 2.177,7
triliun dan Rp 2.082,5 triliun.
Bila
dilihat berdasarkan harga berlaku, PDB di 2010 naik sebesar Rp 819 triliun,
yaitu dari Rp 5.603,9 triliun di 2009 menjadi sebesar Rp6.422,9 triliun di
2010.
• Prospek tahun
2009 sampai 2010
• Prospek
perekonomian Indonesia telah membaik pada tahun 2009 sampai 2010
Prospek
ekonomian Indonesia telah membaik dalam tiga bulan terakhir. Ekonomi
diperkirakan tumbuh 4,3 persen di tahun 2009,lebih tinggi dari perkiraan
sebelumnya sebesar 3,5 persen. Tahun 2010, pertumbuhan diperkirakan meningkat
menjadi 5,4 persen, sebelum kembali ke tingkat pertumbuhan potensial Indonesia
saat ini sebesar 6 sampai 6,5 persen mulai meningkat di tahun 2010, dimana
peningkatan Indonesia cukup membaik di tahun 2010.
Bersamaan
menguatnya pertumbuhan di Indonesia, pemulihan global pun terjadi lebih awal
dari perkiraan, dibarengi perbaikan prospek untuk mitra dagang utama (MTP)
Indonesia. Output lintas MTP Indonesia diproyeksikan turun sebesar 1,7 persen
secara keseluruhan di tahun 2009. Pendorong utama pertumbuhan Indonesia tahun
2009 diperkirakan karna berasal dari permintaan domestik, didukung oleh
pemulihan disektor eksternal pengeluaran konsumsi swasta diperkirakan tetap
kuat, naik sekitar 4,5 persen di tahun dengan belanja terkait pemilihan umum di
paruh pertama ditambah stimulus fiscal di paruh kedua.
•
PENDAPATAN PER KAPITA PADA TAHUN 2010/2011
.Di
tahun 2011 yang saya tahu saat ini dari kabar-kabar berita/Media masa,
indonesia menargetkan jumlah perkapita mencapai Rp 2,9 (2.925.756) maka tax
perkapita akan 10% lebih dari pendapatan perkapita. Ini menunjukkan bahwa
masyarakat dari sisi pendapatannya sudah cukup tergolong baik. Dalam begitu
tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar kewajiban pajak kian membaik dan
meningkatkan pembayaran pajak, dengan ini di tahun 2011 tingkat perkapita akan
naik,ini cukup bagus untuk negara berkembang, karna bagaiman pun masyarakat
harus melakukan kegiatan lain untuk pengeluarannya dari pendapat yang di
terima. Di bandingkan tahun sebelum.
Dalam
beberapa pekan mendatang, dunia usaha menyiapkan diri memasuki tahun 2010.
Pertanyaannya adalah bagaimana warna perekonomian Indonesia 2010? Jawaban atas
pertanyaan itu diterjemahkan oleh setiap perusahaan.
Mungkin
kita sependapat, perekonomian 2010 diharapkan lebih baik dibandingkan dengan
saat kita menyiapkan perekonomian 2009. Saat itu, Agustus-Oktober 2008,
perekonomian dunia sedang dalam puncak krisis dan berdampak pada perekonomian
kita. Indeks harga saham berguguran, nilai uang rupiah jatuh terhadap dollar
AS, dan krisis itu mencekam dunia perbankan. Karena itu, amat bisa dimaklumi, prospek
perekonomian 2009 dalam kacamata waktu itu sungguh buram.
• Prospek 2010
Bagaimana
prospek tahun 2010?, dalam penyampaian nota keungan di depan DPR, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono mengemukkan, ekonomi Indonesia 2010 diprediksi tumbuh
sekitar 5,0 persen. Banyak pihak meyakini, pertumbuhan ekonomi kita bisa lebih
tinggi dari itu.it Itu sebabnya, dalam perdebatan di DPR, akhirnya disepakati
perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.
Optimisme
semacam ini sungguh penting untuk memberi dorongan lebih besar bagi pelaku
ekonomi untuk mencapainya atau bahkan melampauinya.
Saya
mengamati perkembangan PDB nominal, yaitu PDB yang menggunakan harga sebagiaman
dirasakan hari-hari ini. PDB monimal ini lebih mirip bergagai laporan keuangan
perusahaan, sementara PDB riil lebih mirip perkembangan tonase produksi
perusahaan. Sementara PDB riil lebih mirip perkembangan tonase produksi
perusahaan. Dengan ini PDB nominal Indonesia tumbuh tinggi.
Pada
tahun 2008, saat perekonomian riil tumbuh 6,1 persen,PDB nominal justru tumbuh
25 persen. Kuartal pertama 2009, pertumbuhan PDB nominal sebesar 16,9 persen
dan pada kuartal kedua menjadi 10,9 persen. Dengan prospek pertumbuhan lebih
tinggi pada kuartal ketiga dan keempat, diyakini PDB nominal akan naik sehingga
secara keseluruhan pertumbuhan tahun 2009 berada sekitar 15 persen.
Jika
ini terjadi, PDB nominal kita akan mencapai sekitar Rp 5.700 triliun. Angka ini
kurang lebih sama dengan prediksi PDB nominal sekitar 570 miliar dollar AS,
seperti disebutkan sebelumnya. Dengan latar belakang itu, saat PDB riil
diprediksi tumbuh 5,5 persen, PDB nominal 2010 akan tumbuh 15-18 persen. Jika
ini terjadi, sepanjang 2010, PDB nominal kita akan mencapai Rp 6.500 triliun-Rp
6.600 triliun. Ini berarti PDB per kapita tahun 2010, dengan catatan nilai
tukar rupiah bergerak menguat sebagaimana terjadi akhir-akhir ini, akan berada
pada 2.800 dollar AS-3.000 dollar AS.
A. Produk
Nasional Bruto (GNP)
Produk
Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa
barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama
satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga
negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi
perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut jadi hanya WNI
saja.
Rumus PNB
PNB = PDB – PPLN +
PPDN
PNB = PDB + PPPN
Jika
PDB kurang meberikan gambaran tentang berapa sebenarnya outputyang dihasilkan
oleh faktor – faktor produksi milik perekonomian domestik, dalam PNB dapat di
ketahui. Di negara yang sedang berkembang nilai PNB lebih kecil dari PDB karena
nilai impor faktor produksi lebih besar daripada nilai ekspor faktor produksi.
A. Produk
Domestik Bruto (GDP)
Produk
domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang
dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu
negara (domestik) selama satu tahun, baik WNI atau WNA. Dalam perhitungan GDP
ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang
asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang
dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya,
karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
Rumus
PDB
PDB
= konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + (ekspor –impor)
PDB
= C + I + G + (X – M) Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh
rumah tangga,investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh
pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri. Rumus ini
termasuk rumus pendekatan pengeluaran.
Kesimpulan
Neraca pembayaran
adalah sebagai alat bantu transaksi-transaksi negara, yang mencakup pembelian
dan mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan
pemerintah asing, dan transaksi finansial. Tujuan utama neraca pembayaran yaitu
untuk memberikan informasi kepada pemerintah tentang posisi keuangannya,
khususnya yang terkait dengan hasil praktek hubungan ekonomi dengan negara
lain. Neraca pembayaran juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan bidang
moneter, fiskal, perdagangan dan pembayaran internasional. Dari semua data yang
saya dapatkan pendapatan per kapita Indonesia pertahunnya bertambah naik per
kapita, dimana disimpulkan disini bahwa penduduk Indonesia yang semakin besar
penduduknya.