Senin, 22 Juni 2015

ROUTING PADA CISCO PACKET TRACER



ROUTING DI CISCO PACKET TRACER

Routing digunakan untuk proses pengambilan sebuah paket dari sebuah alat dan mengirimkan melalui network ke alat lain disebuah network yang berbeda. Jika network Anda tidak memiliki router, maka jelas Anda tidak melakukan routing.Untuk bisa melakukan routing paket, ada hal-hal yang harus diketahui :

·         Alamat tujuan
·         Router-router tetangga dari mana sebuah router bisa mempelajari tentang network remote
·         Route yang mungkin ke semua network remote
·         Route terbaik untuk setiap network remote

Router menyimpan routing table yang menggambarkan bagaimana menemukan network-network remote.

Jenis-jenis routing adalah :
·         Routing statis
·         Routing default
·         Routing dinamis

Proses Routing IP

Proses routing IP dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar berikut ini :

Default gateway dari host 172.16.10.2 (Host_A)  dikonfigurasi ke 172.16.10.1. Untuk dapat mengirimkan paket ini ke default gateway, harus diketahui dulu alamat hardware dari interface Ethernet 0 dari router (yang dikonfigurasi dengan alamat IP 172.16.10.1 tersebut). Mengapa demikian? Agar paket dapat diserahkan ke layer Data Link, lalu dienkapsulasi menjadi frame, dan dikirimkan ke interface router yang terhubung ke network 172.16.10.0. Host berkomunikasi hanya dengan alamat hardware pada LAN lokal. Penting untuk memahami bahwa Host_A, agar dapat berkomunikasi dengan Host_B, harus mengirimkan paket ke alamat MAC dari default gateway di jaringan lokal.

Router Statis adalah Router yang me-rutekan jalur spesifik yang ditentukan oleh  user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh  administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP "internetwork".  Rute Statis - Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator  membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau meng"update"  rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan  (internetwork). Mengkonfigurasi router statis adalah dengan memasukkan tabel routing  secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.


Tabel Routing Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data,  maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus dikirim ke jaringan yang mana? Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing  yang berisi NETID dan Default gatewaynya.


Berdasarkan gambar 1, berikut ini adalah skenario pengiriman data dari PC0,PC1,PC2 dan PC3
1. PC0 (
160.120.16.1) ingin mengirim data ke PC1 (160.120.128.1), menyadari bahwa  alamat tujuan tidak berada di jaringan lokal, maka komputer mencari daftar  “default gateway” pada property TCP/IP yaitu 160.120.16.0. Paket data kemudian  dikirim ke Gateway tersebut.
2. kemudian paket data tersebut kembali diperiksa, dan ditemukan pada tabel routing bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan
160.120.128.0 lewat IP 160.120.64.1 dan 160.120.112.1

MENGKONFIRMASI STATIC ROUTING
Membangun static routing pada router-router tidak begitu sulit. Anda tinggal masuk ke global configuration mode dan jalankan formula berikut pada masingmasing router yang akan dikonfigurasikan :
IP ROUTE
Berikut ini adalah detail untuk masing-masing opsi :
Ip route : perintah untuk membuat static routing itu sendiri
Destination : network tujuan yang hendak ditambahkan ke routing table
Mask : subnet mask yang digunakan dalam network
Next_hop_address : address dari hop router selanjutnya, yakni yang akan menerima paket dan mem-forward-nya lagi ke network
remote. Tidak lain berupa interface router dari router dari
network yang terkoneksi secara langsung.
Contoh :
Router(config)#ip route 160.120.64.0 255.255.240.0 160.120.16.1
Artinya :
Ip network tujuan : 160.120.64.0
Mask : 255.255.240.0
IP Next hop : 160.120.16.1

RUMUS
  • Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah:
2^n
n banyaknya binary 1 pada octet terakhir subnet mask.
  • Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet
2^n – 2
n banyaknya binary 0 pada octet terakhir subnet mask

IMPLEMENTASI ROUTING PADA CISCO PACKET TRACER
Disediakan IP 160.120.0.0/16 dan akan dibagi ke 6 router. Konfigurasi menggunakan kabel consol. Tidak langsung mengkonfigurasi lewat Router, melainkan meremot dengan PC . !
Menggunakan Router type 2911, dengan kabel cross antar computer dengan router, dan router dengan router. Untuk setting router nya melalui PC dan mengunakan kabel Console .
Dengan topologi seperti berikut :

Perhatikan video tersebut  untuk melakukan routing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOTIFIKASI

Hay, selamat datang di blog saya :')

MASUKKAN KATA-KATA YANG KAMU SUKA FB

Read more: http://hzndi.blogspot.com/2012/08/cara-membuat-widget-slidenote-pesan.html#ixzz2NDOuaPWJ